25 Kampus di Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial

Image
Pekerjaan Sosial Di Indonesia
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial menyebutkan bahwa Pekerja sosial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai praktik pekerjaan sosial serta telah mendapatkan sertifikat kompetensi. 
Pekerja sosial dalam praktik pertolongannya berupaya untuk mencegah keterbatasan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam menjalankan keberfungsian sosialnya.
Sebelum disahkannya Undang – Undang tentang Pekerja Sosial, kerap terjadi kerancuan mengenai siapa dan apa itu pekerja sosial.
Dengan hadirnya undang – undang pekerja sosial, maka yang dimaksud dengan pekerja sosial dalam undang – undang tersebut adalah pekerja sosial sebagai profesional, bukan sebagai relawan atau pun suatu jabatan, meskipun diantara istilah tersebut dapat melekat pada satu orang tertentu.
Untuk menjadi pekerja sosial sebagaimana dimaksud dalam undang- undang, maka diharuskan menempuh Pendidikan profesi Pekerja Sosial, setelah se…

Bahaya Menggunakan Narkoba, Ingat ya Sob !


pixabay.com

Pengertian Narkoba/ Napza


Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.


Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif) adalah zat-zat kimiawi yang dimasukan kedalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup, maupun intravena (melalui pembuluh darah, biasanya melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang.Narkoba juga disebut napza (narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif).


3 proses pembutan narkoba /napza


Alami

yaitu jenis zat atau obat yang diambil langsung dari alam, tampak proses permentasi atau produksi contoh, ganja, kafein, opium, bunga kecubung (bunga terompet) dll.


Semi sintetis

yaitu jenis zat atau obat yang diproses melalui fermentasi contoh: morfin, heroin, alkohol, tembakau (dalam rokok) dll.


Sintetis

yaitu jenis zat atau obat yang dikembangkan untuk keperluan kedokteran untuk tujuan menghilangkan rasa sakit (analgesik) seperti : peidin, metadon dipipanol, dektropropakasifen, dll.


beberapa efek yang ditimbulkan

  • menurunkan atau menekan kerja susunan syaraf pusat (depresan);
  • memberi efek euforia/ perasaan gembira serta rasa tenang dan nyaman dan tertidur:
  • menghilangkan konsentrasi (berbahaya bagi yang mengendarai kendaraan):
  • menurunkan frekuensi pernafasan dan denyut jantung;
  • menyebabkan mual dan muntah;
  • menghilangkan kesadaran/ pingsan;
  • menyebabkan kematian.


Risiko penggunan narkoba


Fisik :

  • kejang-kejang;
  • halusinasi;
  • ganguan kesadaran;
  • gangguan saraf tepi atau perasa;
  • infeksi otot jantung;
  • ganggunan peredaran darah;
  • sesak nafas atau sukar untuk bernafas; dan
  • kematian.


Psikologis atau kejiwaan:

  • depresi;
  • paranoid (penuh curiga dan khawatir);
  • percobaan bunuh diri; 
  • melakukan tindak kekerasan;
  • tidak bisa berbicara normal;
  • berfikir lambat


Biasanya para pengguna narkoba mengkonsumsi mulai dari coba - coba hingga kecanduan. skenario umumnya seperti ilustrasi berikut :
  1. coba-coba, umumnya karena ditawari pada lingkungan pergaulan.
  2. kadang-kadang, mulai merasakan efek cepat dari narkotika atau zat adiktif yang dikonsumsinya.
  3. Ketagihan, mulai merasakan ‘sensasi’ yang kurang atau hilang dari tidak dikonsumsinya narkotika atau zat adiktif.
  4. Ketergantungan, merasakan nyeri atau ‘sensasi’ luar biasa jika tidak mengkonsumsinya.


Tanda-tanda remaja yang kecanduan narkoba 


Fisik :

  • kesehatan fisik menurun;
  • penampilan diri menurun;
  • badan kurus, lemah, malas,;
  • nafsu makan tidak ada atau bahkan meningkat tajam;
  • suhu badan tidak beraturan;
  • pernafasan lambat;
  • pupil mata mengecil
  • warna muka membiru;
  • kejang otot;
  • kesadaran makin lama makin menurun


Kecenderungan di Sekolah :

  • tingkat kehadiran di sekolah berkurang;
  • sering mengantuk saat jam pelajaran sekolah;
  • menurunnya prestasi di sekolah;
  • mudah tersinggung dan marah pada warga sekolah;
  • sering melakukan kebohongan;
  • sering melakukan perkelahian/ tawuran;
  • kalau jalan sempoyongan/ limbung;
  • cara berbicara menjadi pelo (cadel); dan/ atau
  • meningkat kasus ‘kenakalan’/ tingkat pelanggaran yang dilakukan.


Kecenderungan di Rumah :

  • membangkang terhadap teguran orang tua;
  • tidak terbuka terhadap orang tua atau saudara;
  • berganti teman;
  • tidak peduli peraturan dalam keluarga;
  • sering pulang malam, dan sering menginap di rumah teman;
  • pola tidur berubah, pagi sukar dibangunkan malam begadang;
  • bila ditanya sikapnya defensif dan  penuh kebencian;
  • selalu menghabiskan uang;
  • sering mencuri uang dan barang - barang berharga di rumah;
  • sering meminta uang dengan berbagai alasan;
  • malas mengurus diri (membereskan tempat tidur sendiri, malas mandi, gosok gigi, dan malas membantu);
  • mudah tersinggung dan marah;
  • sering mengurung diri  dikamar;
  • sering  berbohong; dan
  • bau-bauan yang tidak biasa dirumah (kamar mandi dan kamar tidur)


Mitos dan Fakta


mitos :

mengkonsumsi ganja tidak akan menyebabkan ketagihan, dan ganja adalah ‘safe drug’ (narkoba /napza yang aman) karena berasal dari tanaman/ herbal dibanding dengan putauw dan shabu.


fakta :

kebanyakan pecandu berat narkotika/ napza memulai dengan mencoba ganja.


mitos :

saya pernah nyobain narkoba/ napza sekedar mencoba saja, itu tidak berbahaya.


fakta :

semua jenis narkoba/ napza berbahaya, menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis. Penggunaan narkoba/ napza yang berkepanjangan dapat mengarah kepada kecanduan.


mitos :

seorang ibu pernah berkata “jika anak saya memakai narkoba/ napza, saya akan mudah mengetahuinya”.


fakta :

orang tua adalah orang terakhir yang tahu anaknya ternyata pengguna narkoba/ napza.


mitos :

pengedar narkoba/ napza tidak dapat mempengaruhi saya.


fakta :

bahkan orang yang tidak menggunakan narkoba/ napza dapat terpengaruh, sindikat peredaran narkoba/ napza melibatkan uang dalam jumlah besar, mereka menggunakan uang sehingga banyak orang yang terlena dan ikut dalam sindikat mereka. Saat ini hampir semua profesi sudah dimasukin sindikat narkoba/napza.


Masih banyak mitos dan fakta yang dapat kamu gali dari pengalaman - pengalaman para pengguna atau mantan pengguna dan keluarganya, jika kamu masih penasaran dan gali lebih dalam lagi. 


Tips mencegah penyalahgunaan narkoba/ napza

  • siapkan diri dan mental untuk menolak apabila ditawari Narkoba/napza;
  • hati-hati dalam mimilih lingkungan bergaul;
  • belajar berkata “tidak”, apabila ditawari siapapun dan gunakan alasan yang tepat, kalau tidak mampu segeralah tinggalkan tempat  itu;
  • fokus pada meningkatkan prestasi untuk mengejar cita-cita dan keinginan yang lebih mulia;
  • lakukan kegiatan yang  positif untuk mengisi waktu luang;
  • perdalam ajaran agama, sebagai bekal dan benteng pelindung diri;
  • jalin komunikasi positif antara orang tua dan anak dalam keluarga;
  • ciptakan lingkungan (sekolah, masyarakat dan keluarga ) yang kondusif;
  • berperan aktif dalam masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penggunaan narkoba/ napza; dan
  • mendukung dan mendorong dinas/ intansi pemerintah dalam mengkampanyekan anti narkoba/ napza.



Semoga bermanfaat


Baca juga :

Popular posts from this blog

Enam Prinsip Dasar Pertolongan Kemanusiaan

21 Jenis Pelayanan Yang Meningkatkan Kesejahteraan

Masih Cari Judul

Pekerja Sosial sebagai Profesi Profesional

Merangkul dan mendorong Perilaku Positif Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba

Menumbuhkan Kewirausahaan Sosial Penting

25 Kampus di Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial

HAK-HAK PEREMPUAN, RINGKASAN REGULASI PEMERINTAH INDONESIA

Dukungan Psikososial

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu : SLRT dan Puskesos