25 Kampus di Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial

Image
Pekerjaan Sosial Di Indonesia
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial menyebutkan bahwa Pekerja sosial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai praktik pekerjaan sosial serta telah mendapatkan sertifikat kompetensi. 
Pekerja sosial dalam praktik pertolongannya berupaya untuk mencegah keterbatasan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam menjalankan keberfungsian sosialnya.
Sebelum disahkannya Undang – Undang tentang Pekerja Sosial, kerap terjadi kerancuan mengenai siapa dan apa itu pekerja sosial.
Dengan hadirnya undang – undang pekerja sosial, maka yang dimaksud dengan pekerja sosial dalam undang – undang tersebut adalah pekerja sosial sebagai profesional, bukan sebagai relawan atau pun suatu jabatan, meskipun diantara istilah tersebut dapat melekat pada satu orang tertentu.
Untuk menjadi pekerja sosial sebagaimana dimaksud dalam undang- undang, maka diharuskan menempuh Pendidikan profesi Pekerja Sosial, setelah se…

21 Jenis Pelayanan Yang Meningkatkan Kesejahteraan

ilustrasi service (www.pixabay.com)

Bagi pekerja sosial atau calon pekerja sosial, tentu mengetahui sumber-sumber yang dapat membantu masyarakat dalam mencapai kondisi sejahtera menjadi sebuah keharusan. Nah pada kesempatan kali ini, mari kita lihat 21 jenis pelayanan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

1.       Pelayanan konkrit

Sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk dapat berfungsi dan memberikan standar kesejahteraan normatif terhadap individu dan keluarga. termasuk makanan, pakaian, dan transportasi.

2.       Pelayanan harian

Sumber daya, manfaat dan dukungan yang terkumpul diberikan pada populasi yang tingkatannya sangat besar, terutama pada anak-anak, lanjut usia dan disbilitas dalam suatu sistem komunitas.

3.       Pelayanan lanjut usia

Bantuan langsung atau pun tidak langsung berupa persediaan dan manfaat yang diperlukan untuk mendukung mereka dengan kebutuhan yang unik dan khusus yang diperlukannya.

4.       Pelayanan darurat

Sumber daya dan manfaat yang harus segera diberikan kepada penyintas yang berada pada situasi krisis. Dalam situasi tertentu, pelayanan darurat hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu atau keluarga yang sangat dipercaya.

5.       Pelayanan pemeliharaan  keluarga

Semua program atau pelayanan langsung yang bekerja untuk menyokong dan memelihara keutuhan keluarga.

6.       Pelayanan kesehatan rumah

Merujuk pada cara pengobatan medis, perawat dan mengikuti perawatan maupun pembicaraan, fisik dan terapi pekerjaan untuk homebound individu.

7.       Pelayanan homemaker

Sumber daya dan dukungan yang memiliki tujuan agar individu tetap tinggal dirumahnya sendiri, termasuk didalamnya pelayanan untuk penyiapan makanan, perawatan, antar-jemput, dan membersihkan pakaia dan peralatan rumah tangga.

8.       Pelayanan manusia

Memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan, khususnya bagi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Enam layanan pokoknya adalah pelayanan sosial secara personal, edukasi, kesehatan, penghasilan, keadilan da keselamatan.

9.       Pelayanan informasi dan referal

Terdiri dari sistem yang diorganisir yang memberikan rincian informasi tentang pelayanan, jaringan dan agensi, seperti halnya SistemLayanan dan Rujukan Terpadu, untuk memfasilitasi secara komprehensif akses komunitas terhadap berbagai macam bentuk dari pelayanan manusia.

10.   Pelayanan institusi

Terdiri dari perawatan kesehatan, memelihara penghasilan, edukasi, rumah, dan pekerjaan maupun bimbingan, konseling, dan perkembangan bersama dan self-help group, family planning, dan sumber daya untuk anak-anak dan lanjut usia.

11.   Pelayanan yang tidak dapat dinyatakan dengan jelas (intangible)

Termasuk dukungan pelayanan mengenai konsep diri dan pengetian, seperti psikoterapi, membangun keterampilan bergaul, menenangkan hati, dan pengetahuan.

12.   Pelayanan perawatan secara personal

Memberikan bantuan perawatan kesehatan dengan cara harian dan secara personal seperti : cara mandi, berpakaian, dan mengurus individu fakir miskin di komunitasnya.

13.   Pelayanan sosial secara personal

Memberikan anggota komunitas kesemptan dan ketermpilan dalam membangun hubungan yang diperlukan untuk meningkatkan kebahagiaan sosialnya.

14.   Pelayanan perlindungan

Terdiri dari intervensi atas nama individu dan keluarga pada komunitas rentas yang memiliki risiko merugikan dirinya, penyiksaan dan penganiayaan dari pihak lain, serta tidak mampu mengurus keselamatan yang dibutuhkan untuk mereka sendiri.

15.   Pelayanan kesehatan publik

Mengadakan promosi kesehatan dan mencegah sakit dan penularan penyakit seperti bagaimana beraktivitas pada dalam situasi mewabahnya penyakit seharusnya, termasuk ketidakmapuan dalam komunitas mikro maupun makro.

16.   Pelayanan sosial publik

Memberikan program dan pelayanan terhadap kebutuhan khusus individu melalui sektor publik, swasta dan sukarela.

17.   Pelayanan yang berkaitan dengan sekolah

Termasuk program pengembangan, implementasi, dan penerimaan serta dukungan yang diperlukan dalam agensi komunitas untuk memberikan pelayanan kesehatan dan sosial terhadap keluarga dan anak-anak.

18.   Pelayanan sosial

Memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan individu dan keluarga pada masyarakat agar dapat membantu mereka memenuhi kebutuhannya.

19.   Pelayanan veteran

Memberikan program, dukungan, manfaat, dan sumber daya terhadap individu yang sebelumnya membantu dalam militer.

20.   Pelayanan korban

Memberikan program, dukungan dan sumber daya terhadap orang yang selamat dari kriminal yang kasar dan/atau menyaksikannya.

21.   Pelayanan pemuda

Terdiri dari organisasi dan program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan perkembangan, edukasi dan rekreasi bagi remaja dan orang dewasa.

 

Pengelompokan Layanan

Jenis-jenis pelayanan diatas mungkin masih dapat ditambahkan lagi. Namun dapat juga dikelompokan dalam 3 kelompok besar, tetapi pastinya akan tetap saling memiliki keterkaitan. Kelompok besar tersebut yaitu :


Pelayanan dilihat berdasarkan kewilayahan dan turunannya

Praktik pelayanan seperti ini dilakukan dengan memperhatikan aspek wilayah tertentu yang dapat diberikan seperti sekup jangkauan (lokal, regional, nasional, internasional) atau kondisi suatu daerah (desa/kota/komunitas adat, pegunungan/pesisir/daratan luas).


Pelayanan dilihat berdasarkan tingkat usia

Pelayanan berdasarkan pada sasaran lebih berfokus pada siapa yang menjadi penerima manfaat yang akan dilayani, misalnya seperti: anak (baru lahir, balita, usia sekolah), remaja (baru/menuju dewasa), usia produktif (klasterisasi usia seperti usia 16 – <25  , 25 – <40 , dan 40 – <60) dan lanjut usia (baru dan lanjutan).


Pelayanan dilihat berdasarkan isu atau permasalahan

Pelayanan berdasarkan isu atau permasalahan biasanya lebih memperhatikan pada kondisi-kondisi atau situasi yang terjadi di masyarakat, seperti keluarga (seperti : pernikahan, perceraian, dan warisan); kenakalan pada remaja sekolah (penerimaan keluarga, sekolah, masyarakat dan hukum); dan gender (seperti dalam pekerjaan, dalam politik, dan dalam pendidikan).


Tapi kalau kamu ingin meringkasnya menjadi satu ya, boleh saja disebut sebagai pelayanan dalam pertolongan pekerjaan sosial. Sama seperti Soekarno saat mengusulkan Pancasila, kalau panitia tidak setuju dengan lima sila, ya tiga sila saja, kalau tetap tidak setuju ya cukup disebut Gotong Royong saja. Lah... jadi kemana-mana nih. Ya sudahlah, demikian saja sedikit ulasan yang dapat disampaikan, semoga dapat membantu.


Jangan lupa isi kolom komentar ya, buat bahan masukan, diskusi atau curhatan  juga boleh. hehe


Popular posts from this blog

Enam Prinsip Dasar Pertolongan Kemanusiaan

Masih Cari Judul

Pekerja Sosial sebagai Profesi Profesional

Merangkul dan mendorong Perilaku Positif Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba

Menumbuhkan Kewirausahaan Sosial Penting

25 Kampus di Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial

HAK-HAK PEREMPUAN, RINGKASAN REGULASI PEMERINTAH INDONESIA

Dukungan Psikososial

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu : SLRT dan Puskesos