25 Kampus di Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial

Image
Pekerjaan Sosial Di Indonesia
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial menyebutkan bahwa Pekerja sosial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai praktik pekerjaan sosial serta telah mendapatkan sertifikat kompetensi. 
Pekerja sosial dalam praktik pertolongannya berupaya untuk mencegah keterbatasan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam menjalankan keberfungsian sosialnya.
Sebelum disahkannya Undang – Undang tentang Pekerja Sosial, kerap terjadi kerancuan mengenai siapa dan apa itu pekerja sosial.
Dengan hadirnya undang – undang pekerja sosial, maka yang dimaksud dengan pekerja sosial dalam undang – undang tersebut adalah pekerja sosial sebagai profesional, bukan sebagai relawan atau pun suatu jabatan, meskipun diantara istilah tersebut dapat melekat pada satu orang tertentu.
Untuk menjadi pekerja sosial sebagaimana dimaksud dalam undang- undang, maka diharuskan menempuh Pendidikan profesi Pekerja Sosial, setelah se…

Dukungan Psikososial

ilustrasi charity (www.pixabay.com)

Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita jumpai pertengkaran diantara anggota keluarga, dan berujung pada tindak kekerasan dalam rumah tangga. Peristiwa lainnya misalnya pada situasi terjadi bencana, sehingga dijumpai banyaknya orang yang mengalami gangguan emosi yang tidak menyenangkan seperti kecemasan, depresi atau tertekan, psikosomatis, ataupun masalah dalam penyesuai diri dalam menghadapi situasi yang ada. 


Pada saat-saat itulah mereka mungkin perlu mendapatkan dukungan psikososial yang intensif untuk mengembalikan keadaan psikologis dan relasi sosialnya seperti sedia kala.


Namun dukungan psikososial juga dapat dilakukan sebelum ataupun sesudah mereka berada dalam situasi kritis, sehingga akanm memperkuat dan menjaga kelentingan mereka ketika menjumpai situasi kritis ataupun sulit, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


Konsep Sehat dan Dukungan Psikososial


Undang - Undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan, telah memaknai bahwa yang dimaksud dengan kesehatan ialah yang meliputi kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.


Sejalan dengan hal tersebut, WHO (1974) juga mengartikan sehat sebagai suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.


Adapun psikososial terdiri dari kata psiko dan sosial. Kata psiko yang dapat dimaknai dengan jiwa, pikiran, emosi atau perasaan, perilaku, hal-hal yang diyakini, sikap, persepsi dan pemahaman akan diri. Sedangkan sosial dapat menrujuk pada orang, tatanan atau sistem kehidupan, norma, nilai, aturan dan lainnya yang berlaku dalam suatu masyarakat.


Psikososial dapat diartikan sebagai hubungan yang dinamis dalam interaksi antara manusia, dimana tingkah laku, pikiran dan emosi individu akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang, baik secara individu maupun kolektif, termasuk pengalaman-pengalamannya.


Psikososial juga dapat dimaknai sebagai suatu kondisi yang berkaitan dengan relasi sosial yang ada disekelilingnya yang mencakup faktor psikologis dari pengalaman sesorang berupa pemikiran, perasaan, dan/atau perilaku yang secara terus menerus saling mempengaruhi satu sama lain.


Oleh karena itu dukungan psikososial merupakan serangkaian aktivitas yang ditujukan kepada individu, keluarga, atau masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung, yang untuk mencegah, menolong atau membantu, ataupun mengembalikan atau mengembangkan kapasitas kehidupan sosial sesuai kebutuhan yang diperlukan masing-masing, dengan dilandasi oleh seperangkat ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan kode etik.


Tujuan Dukungan Psikososial


Tujuan dukungan psikososial adalah mengembalikan individu, keluarga, atau masyarakat pasca suatu peristiwa tertentu, sehingga menjadi kuat, berfungsi optimal, memiliki ketangguhan atau kelentingan menghadapi suatu masalah, serta menjadi berdaya dan produktif dalam menjalani kehidupannya. 


Lima tujuan spesifik dari dukungan psikososial yaitu :

  1. Menciptakan rasa aman;
  2. Memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan khusus, serta kebutuhan yang mendesak;
  3. Mengurangi reaksi-reaksi emosional yang tidak menyenangkan;
  4. Mengkondisikan untuk kembali ke situasi semula; dan
  5. Mengkondisikan untuk tetap nyaman pada lingkungan tinggal baru ataupun yang lama.


Prinsip Layanan Dukungan Psikososial

  1. Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan  alamiah untuk memulihkan diri : tranformasi dari  perspektif korban (victims) ke penyintas (survivors).
  2. Keberadaan dan dukungan dari orang lain merupakan hubungan saling membantu yang dapat meringankan beban.
  3. Setiap orang akan memiliki kebutuhan yang bisa saja  berbeda satu sama lain sehingga penting untuk memastikan semua  kebutuhan tersebut dapat terpenuhi pada setiap  levelnya
  4. Terintegrasi pada struktur layanan yang ada


Pemberi Layanan Dukungan Psikososial

  1. Untuk mendapatkan dukungan psikososial yang sesuai dan tepat, maka dapat juga memperhatikan apa kebutuhan dan siapa yang mampu memberikan dukungan psikososial. Berikut pihak-pihak yang dapat memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penyintas.
  2. Layanan  spesialis, ditujukan bagi penyintas yang mengalami ganggunan  psikologis serius atau berat. Layanan kesehatan jiwa seperti ini biasanya bersifat klinis dan dilakukan oleh oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi di bidang Kesehatan Jiwa seperti : psikiater, psikolog, dan perawat jiwa. Ditambah lagi jumlah spesialis kejiawaan di Indonesia masih sangat terbatas.
  3. Layanan terfokus  Non - spesialis, diperlukan bagi penyintas yang mengalami persoalan kesehatan  mental sedang. Penyintas dalam kondisi ini bisa terjadi pada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat yang lebih luas. Intervensi terhadap mereka dapat dilakukan oleh tenaga profesional lainnya seperti dokter umum, dan perawat, konselor, pekerja sosial, dan tenaga profesional lainnya.
  4. Layanan memperkuat dukungan  keluarga dan komunitas, penyintas memerlukan dukungan psikososial umumnya karena mengalami Stres dan masalah  psikologis ringan. Aktivasi pada kondisi ini dapat dilakukan oleh tenaga lain yang terlatih di bidang Kesehatan Jiwa seperti komunitas peduli kesehatan jiwa, relawan kemanusiaan, dan relawan sosial yang dituntut untuk mengikuti pelatihan dan memahami dukungan psikososial atau dasar-dasar kesehatan jiwa.
  5. Layanan untuk pemenuhan  kebutuhan dasar dan rasa aman, penyintas biasanya adalah kebanyakan dari Sebagian  besar  populasi. Masalah yang dihadapi umumya terkait dengan  kebutuhan dasar dan rasa aman dan dapat diselesaikan oleh, siapa saja yang telah atau pernah mengikuti pelatihan terkait dukungan psikososial atau dasar-dasar kesehatan jiwa.


Semoga tulisan ini dapat membuat kamu tambah penasaran untuk mencari informasi lebih lanjut menganai dukungan psikososial dan bentuk-bentuk penerapannya. Semoga bermanfaat



Salam jiwa sehat

Popular posts from this blog

Enam Prinsip Dasar Pertolongan Kemanusiaan

21 Jenis Pelayanan Yang Meningkatkan Kesejahteraan

Masih Cari Judul

Pekerja Sosial sebagai Profesi Profesional

Merangkul dan mendorong Perilaku Positif Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba

Menumbuhkan Kewirausahaan Sosial Penting

25 Kampus di Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial

HAK-HAK PEREMPUAN, RINGKASAN REGULASI PEMERINTAH INDONESIA

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu : SLRT dan Puskesos